Tips Mengatur Screen Time Anak di Era Digital
- Web Design PKP JIS
- Jan 19
- 2 min read

Apakah anak Anda semakin sulit lepas dari gawai? Mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur malam, layar ponsel dan tablet seolah menjadi “teman setia” anak. Di era digital, screen time memang tak terhindarkan, namun jika berlebihan dapat berdampak pada kesehatan, emosi, dan prestasi belajar anak.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gawai tanpa pengawasan dapat menyebabkan anak kurang bergerak, sulit fokus, hingga menurunnya kemampuan bersosialisasi. Namun di sisi lain, teknologi juga memiliki manfaat besar jika digunakan secara tepat. Kuncinya bukan melarang, melainkan mengatur dan mendampingi. Lalu, bagaimana cara orang tua mengelola screen time anak secara bijak di tengah tuntutan zaman digital?
Bayangkan anak tumbuh menjadi pribadi yang:
Mampu menggunakan teknologi dengan tanggung jawab
Tetap aktif bermain dan bersosialisasi
Fokus belajar dan memiliki waktu istirahat yang cukup
Menjadikan gawai sebagai sarana belajar, bukan ketergantungan
Semua itu bisa dimulai dari kebiasaan sederhana yang diterapkan di rumah.
Berikut langkah praktis yang dapat dilakukan orang tua:
Tentukan batas screen time sesuai usia anakBatasi penggunaan gawai di luar keperluan belajar agar anak memiliki waktu untuk aktivitas lain.
Buat aturan yang jelas dan konsistenMisalnya, tidak bermain gawai saat makan, sebelum tidur, dan saat waktu keluarga.
Dampingi dan awasi konten yang diakses anakPastikan anak mengonsumsi konten yang aman, edukatif, dan sesuai usia.
Berikan contoh penggunaan gawai yang sehatKurangi penggunaan ponsel saat bersama anak agar mereka meniru kebiasaan positif.
Ajak anak melakukan aktivitas alternatifSeperti membaca buku, berolahraga, bermain di luar, atau kegiatan kreatif lainnya.
Manfaatkan teknologi sebagai sarana belajarPilih aplikasi dan tontonan yang mendukung perkembangan kognitif dan karakter anak.
Mengatur screen time anak adalah bagian dari upaya bersama antara sekolah dan orang tua dalam membentuk generasi yang cerdas, sehat, dan berkarakter. Dengan pengawasan dan pendampingan yang tepat, teknologi dapat menjadi alat pendukung tumbuh kembang anak, bukan penghambatnya.







Comments