Jejak Ilmiah di Bumi Progo: Catatan Studi Penelitian Siswa SMA PKP di Desa Widosari
- Unit Pendidikan PKPJIS - SMA PKP JIS
- Feb 25
- 2 min read

KULON PROGO – Memasuki tahun ajaran 2025/2026, siswa-siswi Kelas XI SMA PKP Jakarta Islamic School melaksanakan program tahunan
unggulan yaitu Studi Penelitian Lapangan. Perjalanan edukatif ini membawa para siswa menuju Desa Widosari, Kulon Progo, Yogyakarta, untuk mengintegrasikan teori akademik dengan realita sosial dan budaya masyarakat pedesaan.
Perjalanan dan Sambutan Hangat di Desa Widosari
Petualangan dimulai pada 14 Januari 2026. Tepat pukul 06.00 WIB, rombongan yang terdiri dari 8 unit bus diberangkatkan dari kampus SMA PKP Jakarta menuju Yogyakarta. Setelah menempuh perjalanan panjang, para peserta didik tiba di Desa Widosari sekitar pukul 17.00 WIB.
Meski sore itu hujan mengguyur, kehangatan warga desa tetap terasa saat menyambut kedatangan para siswa di Balai Desa Widosari. Setelah berkumpul dan mendapatkan pengarahan, para peserta didik secara bergantian menuju homestay masing-masing di beberapa desa yang telah ditentukan. Malam pertama dihabiskan untuk berkenalan dengan induk semang (orang tua asuh) sembari menikmati hidangan makan malam sederhana namun penuh kekeluargaan yang telah disiapkan oleh warga.
Eksplorasi Ilmu dan Pentas Seni
Pada 15 Januari 2026, fokus beralih ke ranah ilmiah. Para siswa mulai turun ke lapangan untuk meneliti objek sesuai dengan judul dan tema yang telah mereka pilih sebelumnya. Beberapa lokasi penelitian meliputi:
Balai Desa: Menjadi pusat observasi bagi kelompok yang meneliti kesenian Tari lokal.
Sentra Kerajinan: Tempat para siswa menggali potensi pengolahan limbah menjadi karya seni, seperti penelitian terkait bonggol jagung.
Sebagai bentuk apresiasi dan hiburan, malam harinya warga Desa Widosari menyelenggarakan Pentas Seni. Acara yang berlangsung hingga pukul 22.00 WIB ini menjadi momen keakraban antara masyarakat lokal dengan peserta didik Kelas XI.

Rajendra Farm dan Tradisi Kenduri
Memasuki hari ketiga, 16 Januari 2026, penelitian berlanjut di Rajendra Farm. Di tempat ini, peserta didik mendalami berbagai topik, mulai dari peternakan kambing hingga produk olahan khas seperti:
Penelitian daging kambing.
Produk anyaman tradisional.
Proses pembuatan enting-enting jahe.
Mengingat hari tersebut adalah hari Jumat, kegiatan dijeda sejenak untuk pelaksanaan sholat Jumat bagi peserta didik laki-laki. Penelitian kemudian dilanjutkan pada pukul 13.00 WIB hingga sekitar pukul 15.30 WIB.
Malam harinya, suasana berubah menjadi khidmat dengan diadakannya kegiatan Kenduri sebagai wujud syukur. Kesempatan ini digunakan oleh siswa yang mengambil tema budaya untuk melakukan observasi langsung. Acara makan bersama dengan hidangan ayam utuh satu ekor dan lauk-pauk tradisional lainnya menjadi penutup hari yang berkesan sebelum para siswa kembali ke rumah induk semang pada pukul 22.00 WIB.

Perpisahan dan Keseruan Lava Tour Merapi
Sabtu pagi, 17 Januari 2026, menjadi momen penuh haru saat para siswa berpamitan kepada induk semang masing-masing. Sebelum benar-benar kembali ke ibu kota, rombongan menyempatkan diri untuk refreshing melalui kegiatan Lava Tour Merapi.
Dengan menaiki mobil jeep, para siswa bersenang-senang menyusuri jejak sisa erupsi Merapi, menciptakan kenangan yang tak terlupakan. Setelah puas berwisata, pada sore harinya seluruh rombongan memulai perjalanan pulang menuju Jakarta untuk kembali ke sekolah tercinta, SMA PKP.
Melalui studi penelitian ini, diharapkan para siswa tidak hanya mendapatkan data untuk laporan ilmiah mereka, tetapi juga membawa pulang nilai-nilai kemandirian, empati, dan kecintaan pada budaya Indonesia.







Comments