Darurat Make Up atau Darurat Adab?
- Unit Pendidikan PKPJIS
- Dec 8, 2025
- 3 min read
Updated: Dec 23, 2025

“Ini sekolah atau catwalk?”
Pagi-pagi, sekolah belum mulai tapi setting spray sudah kering duluan.
Lipstik merah merona
Blush-on seperti habis lari 7 km
Bulu mata melengkung lengkung
Dan ketika ditegur?
“Ibu iri ya?” “Takut kalah saing?”
Hey hey heyyyy
Guru datang untuk kerja bukan untuk kontes kecantikan
Penggunaan make up di kalangan anak sekolah semakin meningkat dan menjadi perhatian. Banyak siswa SMP/MTs yang menggunakan make up sebelum berangkat ke sekolah bahkan di sekolah.
Anak zaman sekarang suka bilang
“Guru juga make up, kok kami gak boleh”
Beda sayang, beda ya….
Guru pakai make itu supaya rapih, wajar dewasa dan profesional
Bukan buat ngonten, pamer, bukan buat saingan apalagi buat caper
Dan yang paling penting Guru sudah diatas 18+
Kamu??
Masih 11-14 tahun, kulit aja belum stabil
Mental apalagi
Beberapa faktor yang menyebabkan mereka menggunakan make up secara berlebihan, diantaranya yaitu faktor internal dan eksternal yang mendorong siswi menggunakan make up secara berlebihan untuk menutupi kekurangan wajah dan meningkatkan kepercayaan diri serta meniru dari medsos yang sedang trending.
Make up memiliki dampak negatif yaitu, menimbulkan masalah kulit seperti jerawat, iritasi kulit atau pori-pori tersumbat, selain itu juga dapat menganggu pendidikan karakter dan proses belajar, karena menjadikan penampilan lebih prioritas daripada prestasi.
“Normalisasi yamg menyesatkan”
Ini yang buat gregetan
Dibilangin - ngeyel
Dijelasin - baper
Diingatkan - ngegas
Dikasih aturan - diprotes
Dikasih edukasi - guru dbilang kuno, cupu
Dan ketika terjadi pelanggaran..mencari pembenaran sana sini
Mencari role model yang bisa dijadikan alasan kuat
“Itu di tik tok banyak bu usia MTs make-up an
“Di medsos, influencer berkata “bebas berekspresi”
Masalahnya tiktok bukan wali murid kalian dan kenapa hidup harus sesuai standar media sosial?
Kalau begitu akar masalahnya dimana?
Bulan make up..
Masalahnya ada di
Adab yang makin tipis
Percaya diri yang rapuh
FOMO yang ganas, trend apa-apa diikutin tanpa tau baik buruknya
Body image anxiety yang karena medsos
Cari validasi dari likes bukan prestasi
Jadi OOTD & Make Up itu bukan sekedar gaya
Itu cermin sosial bahwa banyak hal yang sedang tidak baik-baik saja
“Kenapa DARURAT ADAB?”
Karena…
Adab mendahului Ilmu
Percuma pintar kalau sikapnya tidak bagus
Percuma cantik kalau tidak tau tempat
Percuma trendy kalau masih bimbang dalam bersikap
Sosmed sudah jadi hantu baru:
Membuat jadi insecure, FOMO, membuat anak lupa dengan realita
“Kenapa anak denial?” Padahal sebagai guru segala upaya sudah kami tempuh
Karena saat ini jamannya
Benar dimusuhi
Salah dibela
Disalahkan - mencari tumbal
Ditegur - merasa diserang
Dikasih aturan - merasa dikekang/ditindas
Semua ingin bebas,
Tapi tidak siap bertanggung jawab
“Sekolah bukan ruang untuk pamer wajah, tapi ruang untuk tumbuh akhlak dan adab”
Cantik itu bukan blush on-nya atau seberapa merah bibir yang kamu poles,
Cantik itu Adabnya
Biar glowing dimuka
Jangan kusam di hati
Dan ingat…
Yang kalian cari bukan like,
Tapi hidup yang baik
“Berapa banyak tissu basah yang harus guru berikan?” Tapi kalau adab yang luntur…
Banyak sekolah yang telah mengambil langkah untuk mengatasi hal tersebut, dengan diadakannya razia make up dan memberikan teguran kepada siswi yang tertangkap menggunakan make up berlebih. Namun, masih banyak yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah ini.
Oleh karena itu, orang tua dan sekolah juga perlu meningkatkan pengawasan serta memberikan edukasi kepada anak anak tentang dampak negatif penggunaan make up yang berlebihan.
Dengan meningkatnya kesadaran dan pengawasan, diharapkan anak anak dapat menggunakan make up secara bijak dan tidak berlebihan, serta memiliki rasa percaya diri yang sehat dan positif.

#cantik itu dari hati dan prestasi bukan dari merias diri
Yasmine Anna Himalaya 8c
Danissa Qurrota Adawiyah 8e
Ibu Ajeng ( Guru BK MTs PKP JIS )







Comments