top of page

Menjaga Lingkungan adalah Tanggung Jawab Moral dan Spiritual

Bencana banjir bandang yang terjadi di Sumatra baru-baru ini meninggalkan duka mendalam—mengakibatkan rusaknya rumah warga, infrastruktur, lingkungan, serta jatuhnya korban jiwa. Kejadian ini kembali mengingatkan kita bahwa bencana bukan hanya persoalan alam, tetapi juga akibat dari rusaknya keseimbangan ekosistem karena ulah manusia.



Kerusakan Hutan & Banjir Bandang


Hutan memiliki fungsi vital sebagai penyerap air, penahan erosi, dan pengatur siklus hidrologi. Ketika kawasan hutan ditebang secara masif atau dialihfungsikan tanpa kontrol, tanah kehilangan kemampuannya menyerap air. Akibatnya, curah hujan yang tinggi langsung menjadi aliran deras menuju daerah hilir dan memicu banjir bandang.


Data lingkungan menunjukkan bahwa deforestasi (penggundulan hutan) terbukti berkorelasi kuat dengan meningkatnya risiko banjir, tanah longsor, kerusakan ekosistem, dan hilangnya biodiversitas. Fenomena ini juga terlihat di wilayah terdampak banjir bandang di Sumatra, dimana daerah hulu yang rusak tidak mampu lagi menahan luapan air.



Pandangan Islam: Manusia sebagai Khalifah di Bumi



Dalam perspektif Islam, menjaga lingkungan bukan sekadar tugas sosial—melainkan amanah agama. Allah memerintahkan manusia untuk menjadi khalifah (pengelola) bumi dengan penuh tanggung jawab.


Ayat Al-Qur’an yang Menjadi Pegangan:



📌 QS. Al-A’raf ayat 56


“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya…”

Ayat ini menegaskan larangan merusak alam, termasuk tindakan yang menyebabkan bencana.


📌 QS. Ar-Rum ayat 41


“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Ayat ini sangat relevan dengan situasi sekarang—bencana terjadi sebagai akibat manusia merusak ekosistem.


📌 QS. Al-An’am ayat 141


“…dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Eksploitasi alam tanpa batas, termasuk penebangan hutan serampangan, merupakan bentuk berlebih-lebihan yang dilarang.


Islam mengajarkan bahwa menjaga lingkungan adalah ibadah dan akhlak mulia.



Peran Pendidik: Menanamkan Kesadaran Sejak Dini



Bencana banjir bandang adalah pengingat bahwa pendidikan lingkungan harus ditanamkan pada generasi muda—baik secara ilmiah maupun spiritual.


Sebagai sekolah berbasis lingkungan hijau dan asri, SMK PKP 1 Jakarta Islamic School tidak hanya mengajarkan keterampilan akademik, tetapi juga menanamkan nilai:


  • Cinta alam sebagai bagian dari iman

  • Etika menjaga ekosistem dan keberlanjutan lingkungan

  • Praktik nyata seperti penghijauan, pengelolaan sampah, konservasi air, dan budaya bersih



Lingkungan sekolah yang hijau menjadi laboratorium hidup tempat siswa belajar bagaimana Allah menciptakan bumi sebagai amanah, bukan untuk dirusak.


Menjaga lingkungan bukan hanya tugas ilmiah—tapi ibadah dan akhlak Islam yang mulia.


Teguran dari alam


Banjir bandang Sumatra adalah peringatan keras bahwa keseimbangan alam telah rusak. Kerusakan lingkungan membawa dampak yang sangat nyata, dan solusinya bukan hanya teknologi dan kebijakan, tapi juga kesadaran moral dan spiritual.


Dengan mengajarkan generasi muda mencintai lingkungan sejak dini—seperti yang dilakukan SMK PKP 1 Jakarta Islamic School—kita membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab sebagai khalifah Allah di bumi.




Mari bersama:


  • Menjaga kelestarian alam

  • Menghentikan kerusakan lingkungan

  • Mendidik generasi yang beretika ekologis



Karena menjaga lingkungan adalah tanggung jawab sosial, moral, dan agama.

1 Comment


Kang yo
Dec 15, 2025

Setiap alam yang Allah sediakan wajib dijaga

Like
WEBSITE - CTA_edited.jpg
WEBSITE - CTA 2.png

Daftar Sekarang dan Jadilah Bagian dari Kami!

Segera bergabung bersama PKP Jakarta Islamic School dan rasakan pengalaman belajar yang membentuk karakter, prestasi, serta akhlak mulia. Tempat terbaik untuk tumbuh dan berkembang sebagai generasi penerus bangsa!

bottom of page